Pertegas Perda Karaoke, Ketua Lesper Datangi Kantor Pol PP Lamteng

Pewarta : Fahmi

LAMPUNG TENGAH, Lampung86.com – Ketua LSM Lembaga Swadaya Pemerhati Ekonomi Rakayat (Lesper) Lampung Tengah (Lamteng), Agustam Hadi SIP akhirnya temui Jito SIP selaku Kabid Penegak Perda Sat Pol PP Lamteng diruang kerjanya, Kamis (28/11/19).

Didampingi sejumlah awak media, Agustam Hadi hendak mengonfirmasi dugaan sikap pemilik tempat hiburan Ratu Karaoke Bandar Jaya yang tak menggubris pernyataan dan Perbup nomor 16 tahun 2013 tentang izin penyelenggaraan tempat hiburan dan rekreasi.

Selain itu, ketua lembaga swadaya masyarakat Lesper itu juga meminta Sat Pol PP mengambil tindakan tegas dengan menyegel tempat hiburan Ratu Karaoke yang dinilainya sudah berbau maksiat dan meresahkan warga sekitar. 

“Saya minta kepada penegak perda segera ambil tindakan tegas terhadap ratu karaoke yang sama sekali tak indahkan perda yang di terbitkan Pemkab Lampung Tengah”, ujarnya.

Apalagi lanjut Agustam, pengelola tempat hiburan itu sudah membuat pernyataan siap ikuti aturan yang ada termasuk jam tayang hiburan, namun hanya isapan jempol dan malah terang- terangan melanggar ketentuan yang telah tertuang dalam pernyataan dan perbup. 

“Maka sebelum kami benar-benar mengerahkan masa, sekali lagi saya pertegas agar penegak Perbup Lampung Tengah segera ambik tindakan dan melakukan penyegelan”, pungkasnya.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Lamteng Rosidi S, Sos, MM, melalui Kepala Bidang Penegak Perda, Jito SIP menyatakan pihaknya akan segera melayangkan surat panggilan kedua kepada pemilik Ratu Karaoke Bandarjaya.

“Kita segera layangkan surat panggilan kedua kepada pemilik usaha tersebut. Pemanghilan kita dijadwalkan pada hari Senin atau Selasa yang akan datang, dan panggilan kali kedua ini, akan langsung menghadap Pimpinannya (Kasat), ujarnya.

Jika sudah memenuhi pemanggilan kali kedua ini masih juga di langgar, lanjut Jito, pihaknya akan segera turun lapangan guna ambil langkah tegas. “Saya sangat berterimakasih kepada semua pihak yang telah membantu memberikan informasi ini” tutupnya.

Diketahui sebelumnya, Forum Masyarakat Peduli Lampung Tengah (FMPLT), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan LSM Lesper Lamteng sudah mewarning pemilik ratu karaoke untuk mengikuti aturan yang telah disepakati. Namun bukannya ditaati, peraturan dan pernyatan yang dibuat itu tidak pernah di indahkan sama sekali. 

Editor : M. Choiri, S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *