Didampingi TNI, Gapoktan Sejahtera Realisasikan Program Serasi Kementan RI

Pewarta : Anesmi

LAMPUNG SELATAN, Lampung86.com – Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sejahtera terima Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi)  dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI dengan cakupan lahan seluas 350 hektar.

Pelaksanaan Program Serasi tersebut masuk dalam ranah pengawasan TNI, Dinas Ketahanan Pangan holtikultura, dan Perkebunan (TPHP), Kejari Lampung Selatan serta konsultan dari Universitas Lampung (Unila).

Karyadi selaku ketua Gapoktan Sejahtera, menhatakan hahwa di Desa Bandan Hurip mempunyai  lahan sawah seluas 650 hektar, sedangkan sasaran program Serasi seluas 350 hektar. 

“Untuk galian ada dua jalur,  yakni saluran polder sepanjang 5.650 meter, serta jalur kuarter sepanjang 9600 meter. Selain itu, kami juga membeli 8 unot mesin pompa air, 8 unit rumah mesin berukuran 2×2,5 meter,” kata Karyadi.

Jenis pekerjaannya, masih kata Karyadi, meliputi penggalian saluran air, pembelian mesin pompa air, pembuatan rumah mesin, pembuatan gorong-gorong serta pembenahan lahan.

Saat ini, lanjut Karyadi, realisasinya sudah mencapai 80 persen, dan ditargetkan selesai awal pada Desember mendatang. Ia berharap  kedepan Gapoktannya kembali menerima program Serasi, karena masih ada 300 hektar lahan lagi yang belum tersentuh program.

“Kami berharap program Serasi ini bisa berlanjut di tahun mendatang, sehingga persoalan lahan persawahan petani yang belum tersentuh program bisa dituntaskan tahun depan”, harap Karyadi 

Mewakili 10 kelompok yang tergabung dalam naungan Gapoktan Sejahtera, Karyadi  mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah di berikan oleh Kementan RI. 

Sugiyanto selaku Kades Bandan Hurip, Palas mengatakan, pihaknya mendukung penuh realisasi program Serasi di wilayahnya dengan alasan program tersebut sangat membantu petani didesanya.

“Kami pemerintah desa mendukung program Serasi, dan kami pun ikut mengawasi dan memantau prosesnya. Karena program ini sangat membantu para petani rawa seperti di desa kami ini”, ucap Sugiyanto bersyukur.

Sebelumnya mayoritas berpenduduk petani ini ini sering terjadi banjir. Jika ada air dari hulu, bermuaranya ya didesa itu. Di tambah lagi luapan Way Sekampung saat pasang. Sehingga banyak petani 3 kali tanam, tapi hanya sekali panen akibat sering kebanjiran.

“Apa lagi blok sawah pinggir Way Sekampung itu, banjirnya lebih parah lagi. Semoga dengan adanya saluran air ini, keita banjir datang bisa cepat teratasi, dan tidak sampai mematikan tanaman padi yang kami tanam”, ujar Kades

Hendri selaku Babinsa yang baru beberapa hari di tugaskan mengawal program mengatakan, dirinya baru saja menggantikan rekannya untuk mengawasi dan mengamankan proses realisasi program tersebut.

“Saya baru tiga hari ini bang. Saya di tugaskan disini untuk mengawasi dan mengamankan jalannya program Serasi ini, sebelumnya rekan saya yang jaga di sini, saat ini dia di pindahkan di lokasi yang lain”, kata Hendri

Editor : M. Choiri, S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *