5 Orang Terluka Lantaran Ledakan Bahan Kimia Dalam Bus Kota Agung

Pewarta : Nico

TANGGAMUS, Lampung86.com – Letusan jerigen berisi bahan kimia terjadi di dalam Bus Rajabasa Utama (RBU) jurusan Tanggamus – Bandar Lampung, di Jalan Raya Pekon Kagungan Kecamatan Kota Agung Timur, Selasa (15/10/19) sore.

Berdasarkan data yang dihimpun, akibat letusan dari 5 liter bahan kimia didalam 1 jerigen yang dibawa oleh Yosi Pratama, Office Boy (OB) PT. Puji Lestari Bandar Lampung selaku penumpang Bus berplat BE 2734 C itu melukai 5 orang penumpang.

Diantara 5 penumpang tersebut, 3 diantaranya dievakuasi ke RSUD Batin Mangunang Kota Agung yakni Isbandi (45) selaku kernet mengalami luka melepuh dibagian wajah dan lengan.

Lalu, Ali Atim (39) sebagai penumpang mengalami luka melepuh dikaki bagian kiri dan kanan. Selanjutnya sang pembawa bahan kimia itu Yosi Pratama (26) mengalami luka melepuh pada bagian wajah, lengan dan kakinya.

Sementara, 2 penumpang lainnya bernama Melisa (40) mengalami melepuh bagian wajah, tangan dan kaki. Dan Sumi (40) mengalami luka melepuh dibagian wajah, punggung dan tangan dievakuasi ke Bidan yang berada tak jauh dari lokasi kejadian kemudian dirujuk ke RS Secanti Gisting.

Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas, SH mengungkapkan, atas peristiwa letusan jerigen berisi bahan kimia di dalam bus RBU itu, pihaknya segera melakukan pemeriksaan di TKP dan mengamankan barang bukti bus dan 1 jerigen warna putih yang digunakan membawa bahan kimia.

“Korban ada 5 orang, barang bukti telah diamankan di Polres Tanggamus, kami juga masih mendalami keterangan sopir bus RBU BE 2734 C bernama Yoyok (55). Hasilnya akan kami informasikan besok,” ungkap AKP Edi Qorinas mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, SIK. MM, Selasa (15/10) malam.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Yoyok selaku sopir Bus, sebelum kejadian ia mengemudikan kendaraannya dari Kota Agung menuju Bandar Lampung, seorang penumpang naik dari jalan PT. Danone (Aqua) di Pekon Teba.

Menurutnya, penumpang membawa jerigen putih berisi cairan, namun ia tidak memperhatikan isinya, sesampainya di Pekon Kagungan tepatnya melewati Jembatan, tiba-tiba jerigen meletus sehingga spontan memberhentikan busnya.

“Setelah bunyi itu, para penumpang menjerit hendak keluar, saya langsung mengerem mendadak. Saya juga merasakan bau menyengat,” kata Yoyok di Mapolres Tanggamus.

Editor : M. Choiri, S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *