Warga Desa Kuripan Keluhkan Dampak Pembangunan JTTS Dan Rest Area Km 20

Pewarta : Anesmi

LAMPUNG SELATAN, Lampung86.com – Jajaran Pemerintah Desa (Pemdes) Kuripan, Penengahan, Lamsel gelar Forum silaturahmi dengan Pt. Perusahaan Perumahan (PP) beserta masyarakat terkait dampak pembangunan Rest Area Km 20 di desa setempat, Jum’at (13/9).

Hadir pada acara tersebut, Jajaran Pemdes dan Bpd Kuripan, Sekcam, perwakilan Polsek dan Koramil Penengahan, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat serta puluhan warga Desa Kuripan.

Kegiatan tersebut digelar terkait banyaknya keluhan warga akibat dampak dari kerusakan jalan dan polusi debu dari kendaraan besar pengangkut material serta janji pembuatan drainase atau talut oleh Pt. PP yang hingga kini belum juga terealisasi.

Suhatsyah selaku Kades Kuripan mengucapkan terimakasih atas kehadiran perwakilan Pt. PP pada acara itu, karena sudah lima bulan ini banyak mobil lalu lalang di jalan Desa Kuripan, namun hingga kini pihaknya belum pernah mendapat informasi langsung terkait hal tersebut.

“Saya ucapkan terima kasih pada Pt. PP atas kehadiran nya, karena, Pemdes Kuripan selama ini tidak tahu dan belum pernah ada tembusan tetkait kegiatan diarea jalan tol yang pengangkutan matrial nya menggunakan akses jalan desa kami. Jika mau menggunakan jalan desa, ya permisi lah, minta  ijin dulu”, ujar Suhatsyah.

Berbagai persoalan tersebut, lanjut Suhatsyah sudah mulai dikeluhkan warga. Jika hal ini tidak segera dicarikan jalan keluarnya, pihak desa hawatir akan terjadi permaslahan baru. “Karena sebagian warga sudah ada yang lapor, bahkan ada yang berniat menutup jalan. Kami berharap akan ada solusi dan komunikasi yang baik dari pihak Pt”, imbuhnya.

Irwan, salah satu warga Desa Kuripan pada acara tersebut menceritakan bahwa dirinya pernah berkomunikasi terkait dampak dari pembangunan JTTS dengan Pihak Pt. PP yang saat itu setuju dan berjanji akan merealisasikan permintaan warga desa.

“Pada waktu itu saya sudah sering sampaikan pada pihak pelaksana, bahwa dampak pembangunan jalan Tol akan ada keruskan infrasttuktur desa. Alhamdulillah jalan sudah di perbaiki, namun untuk pembuatan talut dan perbaikan gorong gorong yang dijanjikan Pt hingga saat ini belum terealisasi”, jelas mantan Kades Kuripan ini

Menyakapi hal tersebut, Ulil selaku perwakilan Pt. PP berjanji akan menyampaikan tuntutan itu ke pimpinan Pt melalui permohonan secara terulis yang diajukan oleh pihak desa. Bahkan pihak Pt pun siap menerima warga setempat sebagai pekerja  sesuai keahlian masing-masing. 

“Kami mohon maaf atas ketidak nyamanan yang timbul selama kami berkerja membangun rest area di Km 20. Mudah-mudahan keluhan yang di sampaikan warga Kuripan bisa segera kami realisasikan. Saya berharap, semua pengajuan, bisa di sampaikan secara tertulis dan dikirim ke kantor PP dengan di akomodir pihak pemerintah desa”, tandas Ulil.

Informasi yang berhasil di himpun lampung86.com di lapangan, warga Desa Kuripan adalah warga yang wellcome terhadap pembangunan JTTS dan Rest Area, bahkan sangat antusias dengan segala bentuk pembangunan, asalkan tidak berdampak buruk pada masyarat sekitar.

Editor : M. Choiri, S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *